Laporan Acara Pengajian Digital Angkatan 86

Posted by

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan nikmatNya sehingga acara Pengajian Digital yang digagas oleh para alumni SLTA lulusan ’86 yang tergabung dalam Khazanah’86 dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Melalui persiapan yang relatif cukup singkat dan dengan tujuan menambah wawasan keilmuan, mempertebal keimanan dan ketaqwaan para jamaahnya serta khususnya mempersatukan seluruh alumni SLTA angkatan ’86, maka Alhamdulillah acara ini telah berlangsung pada hari Ahad, tanggal 7 Juni 2015, bertempat di Masjid Raya Bani Umar, Bintaro, Tangerang Selatan, mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB.

Beberapa rangkaian kegiatan yang juga turut menyemangati acara ini yaitu Bazaar aneka produk yang lokasinya di halaman masjid, diisi dengan stand-stand berupa pakaian muslim, stand makanan seperti dimsum, siomay, kue kering, lauk aneka pepes ayam, tahu, serta minuman berupa air mineral Cempaka serta minuman dingin lainnya.

Bazaar yang sudah mulai dibuka pukul 14.00 WIB ini, sebenarnya sangat menarik perhatian, namun pemilik standnya harus sabar menanti sampai situasi pengunjungnya lebih ramai, dikarenakan pengajian digital ini puncaknya adalah dimulai setelah sholat ashar, sehingga ada jeda waktu yang cukup lama untuk menanti kehadiran pengunjung.

Dalam rentang waktu ini pada awalnya sudah disepakati untuk briefing seluruh panitia sebelum dimulainya acara yaitu pada pukul 13.00, namun dikarenakan kendala lalu lintas yang cukup padat dan macet khususnya di jalur tol ligkar luar, maka cukup disayangkan briefing baru dapat dilangsungkan pada pukul 14.30 yang dihadiri hanya sekitar sepertiga dari seluruh panitia. Namun demikian dengan memiliki semangat untuk turut meramaikan dan berpartisipasi dalam kegiatan ini, Alhamdulillah sekitar total 170 orang termasuk para panitia serta tamu pun menyusul berdatangan pada sore harinya, dimana alurnya mereka berjalan masuk melalui registrasi untuk mengisi buku tamu, lalu melewati area bazaar dan kemudian masuk ke dalam ruang masjid.

Kegiatan dilanjutkan dengan sholat ashar berjamaah di ruang utama masjid, dan dipimpin oleh Imam dari masjid, setelah itu seluruh tamu acara pengajian digital ini diajak untuk berkumpul di aula lantai dasar dalam rangka mengikuti rangkaian acara berikutnya yang dpandu oleh MC yang sangat menghibur yaitu Bapak Hadi Prayitno, didampingi oleh Bapak Aji Subur. Acara yang pada awalnya diagendakan mulai pukul 15.45 ini dikarenakan masih menunggu kehadiran tamu-tamu dan beberapa panitia yang masih mencoba sound system dan mensetting infokus, maka baru dapat dimulai pukul 16.15 WIB.

Dimana rangkaiannya adalah bersilaturahim menjelang ramadhan 1436 H, doa bersama oleh Bapak Ust. Slamet Richard, menyimak sambutan dari ketua panitia Bapak Harry Tjasmo.

Tampak keceriaan dari para tamu yang sebagian besar adalah alumni SLTA lulusan tahun ’86, dimana beberapa diantaranya juga membawa keluarganya mengikuti acara ini. Acara di aula ini awalnya sudah dirancang merupakan rangkaian yang harus dilakukan sampai tuntas dan tanpa jeda, namun ada usulan dari beberapa panitia untuk mengadakan sesi foto bersama di area luar samping pintu utama masjid, yang pada akhirnya dilakukan sesi foto bersama terlebih dahulu barulah masuk kembali ke aula untuk menyimak presentasi dari Pantara Foundation yaitu yayasan pendidikan anak berkebutuhan khusus milik Ibu Umar Wirahadikusumah. Acara di aula ini baru dapat diselesaikan pukul 17.35 WIB, yang bila sesuai agenda maka pukul 17.15 seharusnya sudah selesai. Setelah itu para tamu dapat bebas berkeliling ke seluruh masjid, berfoto bersama dengan kamera Drone, berkunjung ke area bazaar, dan lain-lain.

Saat masuk waktu maghrib, para tamu mulai memasuki ruang utama masjid untuk melakukan sholat maghrib berjamaah dan mengikuti acara berikutnya yang masih dipandu oleh MC yaitu penyerahan infaq berupa 10 (sepuluh) buah Microphone oleh Ketua Panitia kepada pengurus Masjid Raya Bani Umar, kemudian diselingi sambutan dari Bapak Iqbal Willis selaku perwakilan dari keluarga Bapak Umar WIrahadikusumah, yang menceritakan secara garis besar tentang awal didirikannya Masjid Raya Bani Umar.

Acara selanjutnya disusul dengan penampilan Hafidz (Penghafal Qur’an) oleh ananda Muadz yang dengan luar biasa tanpa melihat kitab suci menyuarakan tilawah Alqur’an Surat Albaqarah ayat 183 sampai dengan 187, dan terjemahan oleh Bapak Aji Subur. MC acara Bapak Hadi juga turut memberikan motivasi agar para jamaah mencintai Alqur’an, apalagi bila disertai dengan memahami isi kandungan dan menghafalkannya. Subhanallah, acara tersebut juga dilanjutkan dengan beberapa selingan penggalan ayat suci yang dilafadzkan oleh Bapak Hadi tanpa melihat Alqur’an, lalu meminta ananda Muadz untuk melanjutkannya. Hal tersebut dilakukan beberapa kali dengan lancar. Luar biasa ananda Muadz dan juga MC kita.

Setelah usai acara di dalam ruang utama masjid tersebut, maka dilanjutkan dengan mencicipi hidangan kambing guling yang lezat selama kurang lebih 30 menit dari pukul 19.15 sampai dengan 19.45. Berikutnya adalah puncak acara yaitu Pengajian Digital yang disetting begitu unik menggunakan areal lapangan rumput masjid untuk meletakkan layar besar, laptop dan infokus, sementara itu para jamaah duduk di tangga-tangga masjid sambil menyiapkan Alqur’an Digital yang sudah diunduh kedalam handphone mereka, berlangsung dari pukul 19.45 sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Acara “Pengajian Digital” ini diawali dengan ditayangkannya video shalawat yang diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir kemudian ditayangkan video ceramah Almukaram, Ustadz KH. Qosim Nurseha (almarhum) dengan maksud untuk mengingat kembali ustadz yang di era tahun delapan puluhan cukup terkenal selama kurang lebih 30 menit. Isi ceramah secara umum menyampaikan tentang manusia yang beriman dan bertaqwa. Pada akhirnya di sesi penghujung para jamaah disuguhkan materi tausiyah oleh salah satu alumni ’86 juga yaitu Ustadz Akmal Nassery Basral, yang selain mengupas lebih dalam lagi tentang Iman dan taqwa yang ada dalam tayangan video ceramah tersebut, Ustadz Akmal Nasery Basral juga mengkaitkannya dengan sebuah bentuk persahabatan di dunia yang seharusnya berlanjut pula di akherat kelak. Dan semua itu Insha Allah dapat terwujud bila persahabatan mendapat taburan cinta dari Allah SWT (Hubban imanan).. Aamiin.

Laporan disusun oleh Panitia Seksi Acara

“Pengajian Digital”


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *